Free Web space and hosting from 4t.com
Search the Web

Rifvan Online

 
SELAMAT DATANG - WELCOME - SUGENG RAWUH  

  Tentang Aku
Cerita Lucu
Artikel
Yogyakarta

Pendapat Kamu
@ RifvanDotCom

 
 

Puisi Kehidupan :
Relung-Relung Jiwa

Aku senandungkan pujian untuk rumahku
Dan kerinduan untuk tanah kelahiranku
Tapi jika ia menolak menyediakan pakaian
Dan makanan kepada mereka yang membutuhkan
Maka dalam suara jiwaku, akan kuubah
Pujian itu menjadi amarah, dan
Kerinduan menjadi ketidakpedulian

Ingatlah saudaraku, bahwa keping emas yang
Engkau letakkan pada tangan yang terulur
Dihadapanmu, adalah satu-satunya jembatan
Yang menghubungkan kekayaan hatimu,
Dengan cinta di dada Tuhan.

Cinta lebih kuat dari kematian,
Dan kematian lebih kuat dari kehidupan
Betapa menyedihkan jika manusia
Saling bermusuhan.

Kemanusiaan adalah ruh milik Tuhan turun
Ke dunia ini, dan kemanusiaan berdiri
Di antara reruntuhan yang tak tampak mata
Menyembunyikan ketelanjangan di balik
Puing-puing reruntuhan itu, mengusap
Airmata dari pipi yang cekung, memanggil
Anak-anaknya dengan suara mengenaskan.
Tapi anak-anaknya sibuk bernyanyi gembira
Sibuk mengasah pedang dan tak mendengar
Jerit tangis ibunya.

Kekalahan, duhai kekalahanku
Bilah pedang dan perisai kemilau
Dari matamu kini aku tahu
Bahwa dinobatkan berarti akan runtuh
Dan diterima adalah untuk dihalau
Dengan terrenggut jiwa menjadi penuh
Seperti buah masak saat ia terjatuh

Kekalahanku, engkau kekalahan
Keberanian yang tak kenal padam
Bersama badai kita tertawa, dan
Bersama pula kita gali kuburan
Untuk mereka yang telah kita peringatkan
Tegak berdiri dengan matahari di hadapan
Kita pasti akan diperhitungkan.

Persahabatan

Sahabat PERSAHABATAN - Sungguh Indah Makna Persahabatan

Sahabat adalah kebutuhan jiwa, yang mesti terpenuhi. Dialah ladang hati, yang kau taburi dengan kasih dan kau panen dengan penuh rasa terima kasih. Dan dia pulalah naungan dan pendianganmu.

Karena kau menghampirinya saat hati lapa dan mencarinya saat jiwa butuh kedamaian. Bila dia bicara, mengungkapkan pikirannya, kau tiada takut membisikkan kata "tidak" di kalbumu sendiri, pun tiada kau menyembunyikan kata "ya". Dan bilamana ia diam, hatimu tiada 'kan henti mencoba merangkum bahasa hatinya; karena tanpa ungkapan kata, dalam rangkuman persahabatan, segala pikiran, hasrat, dan keinginan terlahirkan bersama dengan sukacita yang utuh, pun tiada terkirakan. Di kala berpisah dengan sahabat, janganlah berdukacita;

Karena yang paling kaukasihi dalam dirinya, mungkin lebih cemerlang dalam ketiadaannya, bagai sebuah gunung bagi seorang pendaki, nampak lebih agung daripada tanah ngarai dataran. Dan tiada maksud lain dari persahabatan kecuali saling memperkaya ruh kejiwaan. Karena kasih yang masih menyisakan pamrih, di luar jangkauan misterinya, bukanlah kasih, tetapi sebuah jala yang ditebarkan: hanya menangkap yang tiada diharapkan. Dan persembahkanlah yang terindah bagi sahabatmu.

Jika dia harus tahu musim surutmu, biarlah dia mengenal pula musim pasangmu. Gerangan apa sahabat itu hingga kau senantiasa mencarinya, untuk sekadar bersama dalam membunuh waktu? Carilah ia untuk bersama menghidupkan sang waktu!

Karena dialah yang bisa mengisi kekuranganmu, bukan mengisi kekosonganmu. Dan dalam manisnya persahabatan, biarkanlah ada tawa ria berbagi kebahagiaan. Karena dalam titik-titik kecil embun pagi, hati manusia menemukan fajar jati dan gairah segar kehidupan.

Cinta

Bunga BUNGA - Bagian dari Sejarah Cinta di Dunia

Pabila cinta memberi isyarat kepadamu, ikutilah dia, Walau jalannya sukar dan curam.

Dan pabila sayapnva memelukmu menyerahlah kepadanya. Walau pedang tersembunyi di antara ujung-ujung sayapnya bisa melukaimu. Dan kalau dia bicara padamu percayalah padanya.

Walau suaranya bisa membuyarkan mimpi-mimpimu bagai angin utara mengobrak-abrik taman. Karena sebagaimana cinta memahkotai engkau, demikian pula dia kan menyalibmu. Sebagaimana dia ada untuk pertumbuhanmu, demikian pula dia ada untuk pemanakasanmu. Sebagaimana dia mendaki kepuncakmu dan membelai mesra ranting-rantingmu nan paling lembut yang bergetar dalam cahaya matahari. Demikian pula dia akan menghunjam ke akarmu dan mengguncang-guncangnya di dalam cengkeraman mereka kepada kami. Laksana ikatan-ikatan dia menghimpun engkau pada dirinya sendiri.

Dia menebah engkau hingga engkau telanjang.
Dia mengetam engkau demi membebaskan engkau dari kulit arimu.
Dia menggosok-gosokkan engkau sampai putih bersih.
Dia merembas engkau hingga kau menjadi liar;

Semua ini akan ditunaikan padamu oleh Sang Cinta, supaya bisa kaupahami rahasia hatimu, dan di dalam pemahaman dia menjadi sekeping hati Kehidupan. Namun pabila dalam ketakutanmu kau hanya akan mencari kedamaian dan kenikmatan cinta. Maka lebih baiklah bagimu kalau kaututupi ketelanjanganmu dan menyingkir dari lantai-penebah cinta. Memasuki dunia tanpa musim tempat kaudapat tertawa, tapi tak seluruh gelak tawamu, dan menangis, tapi tak sehabis semua airmatamu.

Cinta tak memberikan apa-apa kecuali dirinya sendiri dan tiada mengambil apa pun kecuali dari dirinya sendiri. Cinta tiada memiliki, pun tiada ingin dimiliki; Karena cinta telah cukup bagi cinta.

Pabila kau mencintai kau takkan berkata, "Tuhan ada di dalam hatiku," tapi sebaliknya, "Aku berada di dalam hati Tuhan." Dan jangan mengira kaudapat mengarahkan jalannya Cinta, sebab cinta, pabila dia menilaimu memang pantas, mengarahkan jalanmu. Cinta tak menginginkan yang lain kecuali memenuhi dirinya. Namun pabila kau mencintai dan terpaksa memiliki berbagai keinginan, biarlah ini menjadi aneka keinginanmu: Meluluhkan diri dan mengalir bagaikan kali, yang menyanyikan melodinya bagai sang malam. Mengenali penderitaan dari kelembutan yang begitu jauh. Merasa dilukai akibat pemahamanmu sendiri tenung cinta; Dan meneteskan darah dengan ikhlas dan gembira.

Terjaga di kala fajar dengan hati seringan awan dan mensyukuri hari haru penuh cahaya kasih; Istirahat di kala siang dan merenungkan kegembiraan cinta yang meluap-luap; Kembali ke rumah di kala senja dengan rasa syukur; Dan lalu tertidur dengan doa bagi kekasih di dalam hatimu dan sebuah gita puji pada bibirmu.

Kahlil Gibran
 



| Tentang Aku | Cerita Lucu | Artikel | Yogyakarta |

334
Copyright © April 2001 RifvanDotCom. All rights reserved
Designed by
Rifvanpaf@yahoo.com
Rifvan Prasetyo Af
Rifvan Prasetyo Af